siapa orang yang tidak kenal Ibu Risma? Seorang walikota
perempuan yang membanggakan, dinobatkan sebagai walikota terbaik sedunia dan
berhasil mengubah sedikit keadaan hidup rakyatnya. Ya.. dialah Tri Rismaharini
atau biasa dikenal dengan nama Ibu Risma, sosok yang kharismatik dan merakyat.
Tidak tanggung-tanggung beliau akan turun tangan sendiri menyelesaikan
persoalan yang terjadi ditengah warganya. Berikut ini adalah biografi
sekilas mengenai Bu Risma.
sekilas mengenai Bu Risma.
Biodata Bu Risma
Nama
|
:
|
Ir. Tri Rismaharini, M.T
|
Tanggal Lahir
|
:
|
20 Oktober 1961.
|
Tempat Lahir
|
:
|
Kediri, Jawa Timur, Indonesia
|
Partai Politik
|
:
|
PDI Perjuangan
|
Suami
|
:
|
Djoko Saptoadji
|
Almamater
|
:
|
Institut Teknologi 10 Nopember
Surabaya
|
Profesi
|
:
|
Birokrat di Pemkot Surabaya
|
Agama
|
:
|
Islam
|
Riwayat Pendidikan
SMP
Negeri X Surabaya (1976)
SMU
Negeri V Surabaya (1980)
S-1
Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (1987)
S-2
Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS (2002)
Riwayat Karir
Kepala
Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000)
Kepala
Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang (2001)
Kepala
Cabang Dinas Pertamanan (2001)
Kepala
Bagian Bina Bangunan (2002)
Kepala
Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)
Kepala
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2010)
Wali
Kota Surabaya (2010-2015)
Berikut ini
adalah sepak terjang nyata Bu Risma selama menjabat sebagai Walikota Surabaya :
1.
Rela basah kuyup berhujan-hujanan
pantau banjir Surabaya
Ketika Bulan Desember adalah musim
penghujan dimana Bulan itu rawan bagi kota besar seperti Surabaya terkena
banjir. Ketika itu Bu Risma langsung memantau pintu-pintu air di beberapa titik
seperti Jagir, Kayun, Patemon, Patuah dan Simo juga Bozem Morokrembangan.
"Saya langsung turun mengajak
sopir hujan-hujan. Setelah menerima informasi banjir, saya langsung menuju
pintu-pintu air," kata Risma kala itu.
Bu Risma juga tegas segera menyuruh
untuk memperbaiki pompa yang rusak agar Surabaya tak sampai banjir. Beliau juga
nekat memBuka sendiri pintu air dengan berbasah-basahan.
2.
Langsung mengecek pohon yang tumbang
saat hujan.
Ketika hujan dan angin kencang,
rawan sekali pohon tumbang disepanjang jalan Surabaya yang rindang. Bu Risma
pun turun tangan langsung ke lokasi menginstruksikan ke anak Buahnya agar
membereskan sisa ranting yang masih berserakan agar tak mengganggu jalan juga
agar tak masuk sungai.
Bu Risma juga ikut melaksanakan
sendiri hal itu bersama anak Buahnya sambil berseru , "Ayo-ayo
cepet-cepet. KeBuru banjir nanti yang di sana".
Ketika itu Bu Risma memantau di
daerah Ahmad Yani hingga Gayung Kebonsari dimana air sempat meninggi hampir
meluap ke jalan raya.
3.
Ikut merapikan lalu lintas yang
macet.
Ketika melewati ruas jalan tertentu
dan disana terkena macet, maka Bu Risma serta merta turun dari mobilnya untuk
ikut membantu mengatur lalu lintas yang macet.
Suatu hari beliau pernah telat
menghadiri suatu pertemuan karena harus ikut mengatur lalulintas. "Mohon
maaf bapak iBu sekalian, saya datang telat. Saya tadi harus ngatur lalu lintas
karena macet parah," kata Risma.
4.
Menegur Bonek ketika kerusuhan
sepakbola
Ketika terjadi pertandingan
sepakbola sudah hal biasa selalu terjadi kerusuhan (fakta lho). Itu juga
terjadi ketika berlangsung pertandingan di Gelora 10 Nopember. Kerusuhan itu
sempat memakn korban 1 orang suporter tewas.
Mengetahui hal itu BU Risma langsung
menghadapi para Bonek dan juga pengurusnya. Dengan agak emosi beliau
mengatakan, “Cukup sudah Rek, ini yang terakhir. Sampai kapan lagi harus
seperti ini. Lihat keluarganya, kasihan. Ini korban anak tunggal," ujar
Risma di depan Bonekmania dari ASP (Asosiasi Suporter Persebaya).
"Semua itu ada garis
pembatasnya masing-masing, jangan ditemBus, jangan dilawan. Kemarin sudah lima
dan saya pantau terus update dari anggota sampai tak bisa tidur," lanjut
Risma lagi.
Bu Risma tak mau warganya mati
konyol gara-gara kerusuhan sepakbola yang seharusnya tak perlu terjadi. Menurut
Bu Risma boleh-boleh saja menyukai suatu kesebelasan apalagi itu adalah milik
daerahnya namun tak perlu ada kerusuhan apalagi hingga memakan korban.
5.
Turun tangan langsung me- Razia ABG
mesum di diskotek
Ketika ada razia ABG mesum di
diskotek, Risma juga ikut turun tangan. Beliau sungguh geram terhadap ABG-ABG
yang tertangkap basah berbau alkohol dan melakukan adegan mesum.
Bu Risma juga tak setuju jika para
ABG itu menyalahkan orang tuanya yang bercerai hingga terjun ke dunia hitam.
Menurut Bu Risma itu hanyalah alasan menyalahgunakan keadaan.
"Masih banyak orang lain yang
menderita, kalian itu jangan menyalahkan keadaan, baju kamu masih bagus, coba
lihat di sekitar kalian," kata Risma.
"Kamu jangan gaya-gayaan.
Kalian itu masih di bawah umur, pakai acara pergi ke diskotek segala, mau jadi
apa kalian?," tegasnya dengan nada tinggi.
6.
Menemui dan Melabrak Tersangka
Penjual Gadis ABG
Ketika terdengar kabar ditangkapnya
seorang iBu rumah tangga Ayu Puji Astuti yang telah terBukti melakukan jual
beli anak dibawah umur, Bu Rism langsung menuju ke Mapolrestabes Surabaya.
Disana Bu Risma langsung menumpahkan kemarahannya pada sang iBu muda ini.
"Yang kamu tawari itu kan cuma
anak kecil. Di suruh apa-apa ya mau, wong dia nggak ngerti apa-apa. Coba anak
kamu ditawari permen, biar beracun ya mau aja, wong anak kecil," tegas
Risma dengan nada keras sambil menunjuk ke arah tersangka.
"Kamu itu perempuan, lah kok
tega-teganya menjual anak orang. Kamu nggak ngerti dosa apa, apa kamu nggak
punya agama, makanya nggak ngerti dosa?" lanjut Risma dengan nada kesal.
7.
Memulangkan Para PSK ke Daerah Asalnya
Bu Risma langsung memimpin acara
pemulangan 45 Pekerja Seks Komersial ke daerahnya dari sejumlah tempat
lokalisasi. Bu Rism ajuga menasehati mereka sbb:
"Jangan pernah berfikir, saya
Bukan bagian dari sampeyan (kalian), tapi berifikirlah bahwa sampeyan-sampeyan
itu juga bagian dari saya. Sehingga bisa berBuat baik seperti yang orang lain
lakukan," kata Risma dalam pidatonya di hadapan para PSK yang sebagian
menutup wajahnya dengan cadar.
"Semua orang pasti berBuat
salah, jadi jangan berkecil hati. Kalau sekarang sampeyan menutup wajah, ke
depan sampeyan akan berani membanggakan diri sebagai bagian dari masyarakat
umumnya. Suatu saat nanti, saya ingin sampeyan-sampeyan bertemu dengan saya dan
menceritakan keberhasilan sampeyan," kata Risma bijak.
8.
Bekerja mulai pukul 05.30
Bu Risma berangkat kerja mulai pukul
05.30. Pekerjaan pertama yang dilakukan adalah memunguti sampah disepnjang
jalan yang ia lihat ada sampah. Kemudian dilanjutkan bekerja urusan kantor.
Sering juga langsung terjun ke lapangan. Bu Risma sore hari menyempatkan
bermain dengan anak kecil di sekitar taman, Bu Risma melempar bola ke anak-anak
itu sambil berkata “Hari sudah sore, waktunya pulang dan belajar.”
Ketika gelap, Bu Risma kerap patroli
ke taman-taman dan penjuru Surabaya. Jika kedapatan ada anak dibawah umur yang
masih keluyuran maka beliau langsung memarahinya dan menyuruhnya pulang. Jika
kedapatan lalu lintas macet maka sering Bu Risma turun ikut mengatur lalu
lintas.
9.
Berwawancara Langsung Dengan Warga
Bu Risma juga sering meluangkan
waktu untuk berbincang dengan warga S
urabaya melalui radio. Bu Risma
dengan sabar meladeni segala pertanyaan warganya mulai dari penggusuran,
saluran got yang tersumbat bahkan pernah juga ada pertanyaan yang kurang sopan
dilontarkan padanya. Yah... selalu ada pro dan kontra walau itu nyata-nyata
baik.
Itulah
beberapa aksi real yang dilakukan Bu Risma sebagai Walikota Surabaya. Ide-ide
kreatifnya membuat pertumb
Dikutip
dari :Biografi Orang Sukses Dunia dengan sedikit perubahan
