Ritual Tedhak Siten, Adat Jawa yang Masih Tetap Dilestarikan.

Selamat siang pembacaaa.... kali ini saya akan memberikan sedikit info mengenai ritual jawa yang sanagt unik? do you know what is tedhak siten ?
Ritual tedhak siten atau biasa dikenal dengan ritual turun tanah untuk bayi berusia tujuh bulan. ritual adat jawa ini masih sangat kental dengan budaya dan filossofi jawa.
Menurut pengertiannya, Tedhak artinya turun atau menapakkan kaki, Siten dari kata siti artinya tanah atau bumi. Jadi tedhak siten berarti menapakkan kaki kebumi.Ritual tedhak siten menggambarkan persiapan seorang anak untuk menjalani kehidupan yang benar dan sukses dimasa mendatang, dengan berkah Gusti, Tuhan dan bimbingan orang tua dan para guru dari sejak masa kanak-kanak.Upacara tedhak siten juga punya makna kedekatan anak manusia kepada Ibu Pertiwi, tanah airnya.
Ritual tedhak siten dilaksanakan pada waktu seorang anak kecil berumur tujuh selapan atau 245 hari. .Selapan
merupakan kombinasi hari tujuh menurut kalender internasional dan hari lima sesuai kalender Jawa.Oleh karena itu selapanan terjadi setiap 35 hari sekali. Bisa jatuh hari Senin Legi, Selasa Paing dst.
Biasanya pelaksanaan upacara tedhak siten diadakan pagi hari dihalaman depan rumah.Selain kedua orang tua bocah, kakek nenek dan para pinisepuh merupakan tamu terhormat, disamping tentunya diundang juga para saudara dekat.
Seperti pada setiap upacara tradisional, mesti dilengkapi dengan sesaji yang sesuai.Bermacam sesaji yang ditata rapi, seperti beberapa macam bunga, herbal dan hasil bumi yang dirangkai cantik, menambah sakral dan marak suasana ritual. Yang perlu diingat, sesaji itu bukan takhayul, tetapi intinya bila diurai merupakan sebuah doa permohonan kepada Gusti, Tuhan, supaya upacara berjalan dengan selamat dan lancar. Juga  tujuan dari ritual tercapai, mendapatkan berkah Gusti.
Bagi para leluhur, adat budaya ini dilaksanakan sebagai penghormatan kepada bumi tempat si kecil mulai belajar menginjakkan kakinya ke tanah dalam istilah jawa disebut tedak siten. Selain itu juga diiringi oleh doa-doa dari orangtua dan sesepuh sebagai pengharapan agar kelak si kecil bisa sukses dalam menjalani kehidupannya.
Menjalankan ritual ini, selain menggugurkan kewajiban mengikuti adat istiadat, juga akan semakin menambah pengetahuan kita mengenai kebudayaan, khususnya budaya Jawa. Yang dengan mengetahuinya, kita akan semakin bangga menjadi bagian dari Indonesia. :)
oleh : Devi Annisa