Komunitas “Rumah Kita” : Wujud Aksi Nyata Konferensi Solo Youth Leader Movement



Komunitas “Rumah Kita” : Wujud Aksi Nyata Konferensi Solo Youth Leader Movement
"Bukankah tidak ada yang lebih suci bagi seorang pemuda daripada membela kepentingan bangsanya?" (Pramoedya Ananta Toer). Pemuda dan kepentingan bangsa merupakan dua hal yang selalu berkaitan dan sulit dipisahkan. Sebagaimana kita tahu bahwa masa depan suatu bangsa bertumpu pada pergerakan pemuda didalamnya.
Pemuda dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa. Sehingga, tindakan nyata sebagai wujud kepedulian sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin, seperti yang pernah dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara “Adapun yang dikerjakan oleh seseorang itu, harusnya bisa bermanfaat bagi bangsanya, juga bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.”
Melihat pada betapa pentingnya peran pemuda, maka diadakanlah suatu konferensi pemuda di Kota Solo oleh AIESEC Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) untuk membahas tentang masalah-masalah yang terjadi di Kota Solo baik mengenai ekonomi, kesehatan, maupun kualitas pendidikan.
Solo Youth Leader Movement (SYLM) adalah konferensi yang diadakan oleh AIESEC UNS dimana kita bersama pemerintah, komunitas, aktivis dan para pemuda lainnya untuk berdiskusi tentang 3 permasalahan pokok (kemiskinan, kesehatan, dan kualitas pendidikan) di Kota Solo dan mencari solusi lainnya. Selain itu SLYM juga melatih jiwa kepemimpinan serta membuka mata dan suara untuk merubah sudut pandang. Dilaksanakan pada hari Minggu, 27 November 2016, sebanyak 150 lebih pemuda di Kota Solo datang ke gedung DPRD Surakarta.
Banyak hal yang kita dapat dari konferensi SYLM ini, diantaranya ketrampilan leadership diantaranya, how to empower and synergize our team, how to do problem solving, how to do self branding, selain itu kita juga akan mengetahui perspektif global dan kepedulian sosial mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan kemiskinan, kesehatan, dan kualitas pendidikan di Kota Solo.
Konferensi hanya akan menjadi diskusi dan perdebatan di meja ketika masih duduk bersama, namun  pada konferensi ini akan dihasilkan implementasi nyata dari segala bentuk diskusi dan perdebatan tersebut. Rumah kita merupakan implementasi nyata dari konferensi SLYM yang diadakan di gedung DPRD Surakarta. Rumah kita terletak di Balai RW 11 Kelurahan Baluwarti, Tamtaman 1 Kota Surakarta. Di tempat ini para relawan dari berbagai universitas dan sekolah menengah tinggi di Kota Solo belajar dan berbaur dengan masyarakat sekitar untuk melaksanakan realisasi projek.
Program-program yang dilaksanakan diantaranya berupa peningkatan ekonomi yang mewujudkan program no poverty, untuk mendukung SDGs. Program-program ekonomi yang dilaksanakan adalah, pengolahan sampah organik dan non organik. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos sedangkan sampah anorganik dari Rumah kita sendiri bekerjasama dengan Komunitas Kresek (Kreasi Sampah, Ekonomi Kota ) Solo untuk diolah lebih lanjut menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat. Kemudian ada penghijauan lingkungan sekitar dengan penanaman berupa tanaman sayuran dan buah serta tanaman obat keluarga yang dapat dimanfaatkan hasilnya oleh masyarakat sekitar.
Kemudian untuk program kesehatan sendiri yakni sebagai perwujudan salah satu isi SDGs yaitu good health, Komunitas Rumah kita mengadakan beberapa kegiatan sosial yang bekerja sama dengan puskesmas setempat berupa posyandu untuk anak-anak dan posyandu untuk lansia. Selain itu dari pihak relawan sendiri juga akan memberikan materi-materi yang berhubungan dengan kesehatan secara umum, seperti pada kegiatan posyandu anak-anak dengan materi yang diberikan kepada orangtua berupa pentingnya sayur dan buah untuk tumbuh kembang anak, kebutuhan gizi yang baik untuk anak, langkah-langkah pertolongan pertama ketika anak menderita sakit ringan. Kemudian untuk materi posyandu lansia berupa teknik pemijatan menggunakan jari untuk mengurangi pusing, kebutuhan gizi lansia berdasarkan penyakitnya, senam lansia, dan masih banyak lagi.
Selanjutnya untuk program pendidikan merupakan pewujudan dari salah satu isi SDGs yaitu quality education. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung program tersebut diantaranya belajar bersama, bermain bersama, penanaman karakter dan jiwa religius. “Pendidikan, adalah ujung tombak peradaban; juri kunci kesejahteraan.” (Lenang Manggala). Kegiatan ini dimulai pada sore hari yakni pada pukul 15.00 – 17.00 dan malam pada pukul 18.30 – 21.00. kegiatan belajar ini sepenuhnya dikoordinasi oleh para relawan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang besedia membagikan ilmunya bersama anak-anak untuk dapat berkontribusi membantu meningkatkan kualitas pendidikan saat ini.
Kegiatan program pendidikan ini merupakan kegiatan yang saat ini menjadi fokus utama komunitas Rumah Kita. Melihat saat ini kondisi pendidikan Indonesia yang masih rendah kualitasnya terutama untuk taman kanak-kanak dan tingkat sekolah dasar, baik dari segi infrastruktur maupun tenaga pendidik yang kurang memadai. Hal ini membuat banyak anak-anak yang tidak bisa mengenyam bangku sekolah. Mereka tidak bisa mendapatkan pengetahuan dan menikmati indahnya mencari ilmu. Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian menyebutkan, sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah terjadi ketika anak berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun (Direktorat PAUD, 2004). Mengingat pentingnya pendidikan bagi anak-anak maka dari komunitas Rumah Kita bertekad untuk membantu memberikan pendidikan yang lebih baik kualitasnya tidak hanya dari segi akademik tapi juga dari pengembangan karakter kepribadian dan bakat yang dimiliki anak-anak tersebut.
Komunitas ini merupakan implementasi nyata dari sebuah konferensi bernama Solo Youth Leader Movement. Melibatkan pemuda Kota Solo untuk bersama-sama berdiskusi hingga akhirnya mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Kota Solo berkaitan dengan ekonomi, kesehatan, dan kualitas pendidikan. Kedepannya komunitas Rumah Kita yang baru berjalan sekitar 2 bulan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan khususnya bagi para relawan agar lebih peka dan peduli terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Karena, jika bukan para pemudanya yang bergerak, lalu siapa lagi yang akan menyelesaikan permasalahan bangsa ini? Kita muda, kita peduli, kita bergerak, kita menebar kebaikan untuk sesama.

Destinasi Wisata sekaligus Menambah Nasionalisme,

Selamat malam pembaca, pernah berkunjung ke Blitar nggak? pasti kalo jawab pernah, objek wisata yang dikunjungi adalah Makam Bung Karno, iyakan? Nah, buat referensi destinasi wisata baru kalau sedang berkunjung ke Blitar, pembaca bisa ikut berpartisipasi dalam ritual budaya yang diadakan setiap tanggal satu Muharram, atau pada satu suro dalam Kalender Jawa, yaitu ritual pencucian gong Mbah Pradah, di Lodoyo Blitar.
Selain berwisata, kita juga akan semakin mengenal berbagai macam kebudayaan yang ada disekitar kita, tentunya bakalan Indonesia banget..!!!
Berikut adalah sejarah singkat dari Gong Mbah Pradah,

Ritual Tedhak Siten, Adat Jawa yang Masih Tetap Dilestarikan.

Selamat siang pembacaaa.... kali ini saya akan memberikan sedikit info mengenai ritual jawa yang sanagt unik? do you know what is tedhak siten ?
Ritual tedhak siten atau biasa dikenal dengan ritual turun tanah untuk bayi berusia tujuh bulan. ritual adat jawa ini masih sangat kental dengan budaya dan filossofi jawa.
Menurut pengertiannya, Tedhak artinya turun atau menapakkan kaki, Siten dari kata siti artinya tanah atau bumi. Jadi tedhak siten berarti menapakkan kaki kebumi.Ritual tedhak siten menggambarkan persiapan seorang anak untuk menjalani kehidupan yang benar dan sukses dimasa mendatang, dengan berkah Gusti, Tuhan dan bimbingan orang tua dan para guru dari sejak masa kanak-kanak.Upacara tedhak siten juga punya makna kedekatan anak manusia kepada Ibu Pertiwi, tanah airnya.
Ritual tedhak siten dilaksanakan pada waktu seorang anak kecil berumur tujuh selapan atau 245 hari. .Selapan