my poem



Tetes Embun

Sambut sinar surya pagi,
bersama pulangnya si Bintang Venus, menuju balik angkasa
pagi yang menampakkan ketenangan untuk jiwa yang didamaikan Tuhan
teteskan embun segar pada daun dan kuncup-kuncup mawar putih,
juga senandung cinta si burung pipit
pada kemegahan alam oleh Sang Maha Karya,
Terpaut fikirku akan bayangmu,
dalam lantunan kerinduan, karna dengan tetesan embun pagi,
kita telah putuskan suatu janji,
masuk ke labirin waktu
berbeda, jauh dan asing
tapaki satu persatu alur keunikan hidup
menuju setitik cahaya terang
pemutar lorong waktu, pendobrak jiwa yang tenang
seperti keabadian edelweis,
setia tanpa lelah, tanpa tau perjalanan angin
dari terbit surya hingga kembali tak terlihat
sampai embun kering, dipelupuk mata